Minggu, 19 April 2015

Nasional Is Me - Pandji Pragiwaksono

Masih bisakah kita optimis akan Indonesia? begitulah pesan yang ingin disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam bukunya Nasional.is.me dan berharap siapa saja yang sudah sepaham dengannya juga melakukan perubahan untuk Bangsa Indonesia yang lebih baik dimasa depan. Pandji memiliki prinsip yaitu "i am what i know" sehingga untuk bisa optimis akan Indonesia, kita harus mengenali semua potensi yang ada di Indonesia ini. melalui buku ini, Pandji memberikan sedikit pengtahuan yang beliau miliki tentang potensi-potensi Indonesia agar semua yang tidak tahu dan semua yang tidak bangga memiliki suatu "passion" atau hasrat dalam jalannya masing-masing agar dapat memberikan karya untuk masa depan Indonesia.

Pada buku ini, Pandji bercerita tentang pengalaman-pengalaman hidupnya dari saat sekolah hingga kuliah, membagi sedikit hal-hal yang umum terjadi namun kurang dimaknai oleh sebagian orang. Pandji juga bercerita tentang beberapa daerah di Indonesia yang beliau kunjungi hingga Pandji yakin bahwa negara ini bisa jauh lebih baik di masa depan. Pandji juga mengungkapkan walau masih banyak berita buruk tentang indonesia, masih banyak kekurangan dalam negara ini, namun masih banyak pula potensi yang dimiliki bangsa ini, mulai dari kekayaan alam, keindahan alamnya, keanekaragaman budaya sampai Sumber daya manusianya. Pandji yakin sumber daya indonesia mampu memperbaiki masa depan Indonesia, yaitu dengan melakukan perubahan dengan cara yang berbeda-beda dan passion masing-masing orang namun tetap satu tujuan. 

Pada buku ini, Pandji juga menceritakan tetang apa saja yang Pandji lakukan untuk membuat perubahan selama ini. semenjak dahulu hingga kini, dari sabang sampai merauke. Pandji juga menceritakan tentang apa saja yang beberapa temannya lakukan untuk Indonesia dari hal sederhana namun bisa melakukan perubahan tanpa hanya menuntut perubahan. Pada buku ini juga, Pandji mengajak -atau lebih tepatnya memprovokasi- siapa saja yang sepaham dengannya untuk melakukan perubahan dengan caranya masing-masing. Menurut Pandji, Bangsa lain saja percaya bahkan yakin akan potensi Indonesia, mengapa kita tidak optimis. mungkin yang tidak optimis karena tidak mengetahui aan potensi tersebut. Oleh karena itu, melalui buku ini Pandji mengajak siapa saja yang membaca buku ini untuk mengenali semua hal tentang Indonesia, melakukan hal baik berdasarkan passion masing-masing dan berkarya untuk masa depan bangsa Indonesia agar lebih baik.

Nasional.is.me
kenali Indonesia-mu, Temukan Passion-mu, Berkaryalah untuk masa depan Bangsamu

Jumat, 20 Maret 2015

Cafe & Barbershop - Head & Brew (Cafe.Eatery)

Apabila nantinya saya memiliki modal yang cukup setelah lulus kuliah, rencananya saya ingin membuka suatu cafe 2 lantai dengan tema vintage. Tidak begitu besar yang penting nyaman. Selain itu cafe ini juga berkolaborasi dengan salah satu Barbershop. Karena kebanyakan pria sekarang suka menata model rambutnya dengan durasi waktu yang tidak terlalu lama. Kelebihan dari cafe ini bagi seseorang yanng menemani misalnya pasangan. Anda bisa menunggu sambil memesan menu-menu yang disediakan cafe tersebut. Konsep cafe seperti ini saya temui di Head & Brew (Coffee.Eatery) yang terletak di Perumahan Galaxy, Kota Bekasi.






Pada lantai 2 disediakan smoking area bagi anda yang mempunyai kebiasaan merokok. Sehingga yang tidak merokok tidak akan terganggu oleh asap rokok. Selain mempunyai Cafe rencananya saya juga ingin mempunnyai Clothing Brand sendiri yang di pasarkan secara Online. Tapi jika sudah banyak yang membeli bukan tidak mungkin saya akan membuka toko fisiknya agar pembeli lebih mudah melihat produk saya.

Senin, 12 Januari 2015

Kerangka Pikiran Sistem Informasi Nilai Berbasis Website

Dalam Sistem ini saya membuat sebuah Sistem Informasi Nilai berbasis website. Sistem informasi ini dapat di jalankan/digunakan oleh administrator/ admin, guru, dan siswa secara online, sehingga bisa diakses kapan saja dan dimana saja.


Sistem ini dibagi menjadi 3 pengguna yaitu :
  1. Administrator/Admin yang bertugas untuk mengelola data guru, siswa, kelas dan pelajaran, membuat jadwal ruang kelas, pengajaran, dan  melihat laporan penilaian seluruh siswa.
  2. Guru yang bertugas menginput nilai siswa berdasarkan ruang kelas dan mata pelajaran yang telah dijadwalkan oleh admin.
  3. Siswa yang dapat melihat hasil nilai masing-masing mata pelajaran yang sudah diinput oleh guru.
sumber : http://khourul21.blogspot.com/2013/09/sistem-informasi-nilai-berbasis-web-bab.html

Minggu, 11 Januari 2015

Macam - Macam Metode Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan tujuannya. Dalam metode pengumpulan data tentu diperlukan sebuah alat atau instrumen pengumpul data. Alat pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alat pengumpul data dengan menggunakan metode tes dan metode non tes.

Pengumpulan Data dengan Metode Tes, Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Keunggulan metode ini adalah lebih akurat karena tes berulang-ulang direvisi dan instrument penelitian yang objektif. Sedangkan kelemahan metode ini adalah hanya mengukur satu aspek data, memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang, dan hanya mengukur keadaan siswa pada saat tes itu dilakukan. Adapun jenis-jenis tes, yaitu:
  • Tes Intelegensi
  • Tes Bakat
  • Tes Minat
  • Tes Kepribadian
  • Tes Perkembangan Vokasional
  • Tes Hasil Belajar (Achievement Test)
Pengumpulan Data dengan Metode Non Tes
  • Observasi
Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi merupakan metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data. Observasi ini lebih banyak digunakan pada statistika survei, misalnya akan meneliti kelakuan orang-orang suku tertentu. Observasi ke lokasi yang bersangkutan akan dapat diputuskan alat ukur mana yang tepat untuk digunakan

Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu, sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. Berikut ini adalah alat dan cara melaksanakan observasi, yaitu:

Catatan Anekdot (Anecdotal Record )
Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian, catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya, bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut.

Catatan Berkala (Incidental Record)
Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus, melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan.

Daftar Chek (Check List )
Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati.

Skala Penilaian (Rating Scale)
Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut.

Peralatan Mekanis (Mechanical Device)
Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung, karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan.
  • Angket atau kuesioner (questionnaire)
Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya. Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam. 
  • Wawancara
Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari narasumber secara lisan. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan narasumber. Dalam proses wawancara interviewer mengajukan pertanyaan, baik dengan meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. 
  • Teknik Sampling
Sampel (contoh) merupakan sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling. Teknik sampling berguna agar:

Mereduksi anggota populasi menjadi anggotas sampel yang mewakili populasinya (representatif), sehingga kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan. Lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak menghemat waktu, tenaga dan biaya.

Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Sampling random (probability sampling), yaitu pengambilan sampel secara acak (random) yang         dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan komputer.
2. Sampling non random (non probability sampling), yaitu pengambilan sampel secara tidak acak.
  • Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
Data Primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

Senin, 27 Oktober 2014

Peranan Sifat Keterbukaan dalam Ragam Bahasa & Macam-macam Wacana Ilmiah

  • Peranan Sifat Keterbukaan dalam Ragam Bahasa Lisan.
Adanya keterbukaan dalam bahasa lisan dapat meninbulkan bahasa yang komunikatif antara komunikan dan komunikator yaitu dengan cara  menempatkan tekanan, nada, dan durasi yang sesuai dengan pilihan kata yang tepat untuk mencapai tujuan dimana pendengar mudah mengerti dan memahami isi pembicaraan.
  • Pengucapan bunyi-bunyi Bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengaran.
Berhubungan dengan “Ketepatan Ucapan” dimana Seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat. Pengucapan bunyi yang kurang tepat atau cacat akan menimbulkan kebosanan, kurang menyenangkan, atau kurang menarik.pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang dianggap cacat bisa mengalihkan perhatian pendengar.Sehingga tidak terjadi bahasa yang komunikatif dan efektif.
Contohnya :
  1. Berbicara dengan nada yang tinggi dapat menimbulkan kesalahan persepsi orang lain karena dianggap sedang marah dan kesal.
  2. Terlalu banyak bicara membuat orang bingung sehingga orang cenderung tidak memperhatikan.
  • Wacana Ilmiah
Adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya dan wacana yang memiliki aturan dan menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Contoh makalah, laporan tesis dan skripsi.

Contohnya :
Tumbuhan Akuatik

     Tumbuhan akuatik adalah tumbuhan yang berhabitat di lingkungan air. Tumbuhan ini sangat mudah kita jumpai karena habitatnya yang mudah di temui oleh setiap orang. Tumbuhan akuatik disebut juga tumbuhan hidrophytic atau hydrophytes. Dibandingkan dengan jenis tanaman seperti mesophytes dan xerophytes, hydrophytes tidak ada masalah dalam menahan air karena banyaknya air dalam lingkungan tempat tumbuhan tersebut hidup.
Ciri-ciri :
  1. Kutikula tipis. Hal ini bertujuan untuk mencegah kehilangan air.
  2. Sel stomata pada umumnya tidak aktif. Hal ini dikarenakan tumbuhan akuatik tidak memerlukan banyak kontrol dalam siklus air.
  3. Peningkatan jumlah stomata. Hal ini bertujuan untuk siklus pengeluaran air pada tumbuhan tersebut untuk menghindari kelebihan air.
  4. Flat daun pada permukaan tanaman untuk pengapungan.
  5. Mempunyai akar yang kecil agar air dapat tersebar langsung ke daun.
  6. Akar dapat mengmbil oksigen langsung dari dalam air.
Beberapa jenis tanaman air :
  1. Lotus : Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah
  2. Teratai : Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah, biasanya diletakkan dalam pot tanah liat yang melebar. Daun teratai akan besar jika cukup zat makanan dan pupuk, daunnya akan terbentang dam membesar di atas permukaan air.
  3. Kapu-kapu : Tanaman jenis ini membutuhkan media air dan tanah. Tanaman jenis ini tidak dapat terkena sinar matahari langsung dan tidak bisa mendapatkan terlalu banyak air, agar daunnya tidak cepat hancur.
Keterangan :
Tumbuhan Akuatik : Tumbuhan air
Tumbuhan Mesophytes : Tumbuhan yang hidup pada suhu rata-rata dan
kelembaban yang cukup.
Tumbuhan Xerophytes : Tumbuhan yang hidup pada habitat kering.
Kutikula : Kulit tumbuhan
Stomata : Mulut daun
  • Wacana Semi Ilmiah
Sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.

Contoh : 

Jakarta – Perombakan menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tinggal menghitung hari. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengungkapkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah mengantongi nama-nama calon menteri barunya.
“Semua (nama calon menteri-red) sudah ada di kantong beliau,” ujar Anas di sela-sela menyaksikan turnamen Volly ‘Saan Mustopa Cup’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, sebagaimana rilis yang diterima detikcom, Minggu (2/10/2011).

Anas mengatakan, Presiden sudah menyatakan bahwa ia akan melakukan penyegaran kabinet dan untuk itu Partai Demokrat mempersilakan Presiden memilih siapa figur yang dinilainya tepat untuk membantu.“Jadi perombakan kabinet ini konteksnya untuk peningkatan kinerja. Siapa pun orangnya, kita serahkan kepada Presiden,” kata mantan anggota Komisi Pemilihan Umum ini.

Anas kembali mengingatkan bahwa perombakan kabinet itu hak prerogatif presiden, yang tidak perlu dipolemikkan secara berlebihan. Partai Demokrat, katanya, akan mendukung semua nama calon menteri yang telah dipilih presiden karena presiden pasti mempunyai pertimbangan yang matang sebelum memilih seseorang.

Ditanya soal sejumlah kader Partai Demokrat di kabinet yang banyak dinilai negatif masyarakat, Anas justru berpendapat sebaliknya. “Kader kami sudah sangat baik,” ujar Anas membela.
Namun yang jelas, kata Anas, pasca perombakan kabinet nanti para menteri dituntut agar semakin produktif dan mampu menerjemahkan berbagai program kerja pemerintahan dengan baik dan efisien.
  • Wacana Non Ilmiah
Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.

Ciri-ciri karangan nonilmiah:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • Fakta yang disimpulkan subyektif,
  • Gaya bahasa konotatif dan populer,
  • Tidak memuat hipotesis,
  • Penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • Bersifat imajinatif,
  • Situasi didramatisir, dan
  • Bersifat persuasif.
Contoh :
  • Dongeng
Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern.
  • Cerpen
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
  • Novel
Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italianovella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita”. Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.
  • Drama
Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”. Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.

Referensi :
http://bangkit-kurniawan.blogspot.com/2012/11/bahasa-indonesia-wacana-ilmiah-non.html
http://indraharja.wordpress.com
http://abdulrochmancr7.blogspot.com/2013/04/karangan-ilmiahnon-ilmiahilmiah-populer.html

Senin, 30 Juni 2014

Perubahan & Pengembangan Organisasi

Berkembang adalah tuntutan agar tetap dapat hidup.  Proses perkembangan selalu berimplikasi terjadi perubahan.  Perubahan adalah keniscayaan,  sebagai konsekuensi dari perkembangan.  Perkembangan dapat ke arah positif maupun kearah negatif.  Perkembangan ke arah positif memberikan kekuatan bagi organisme (manusia atau organisasi) untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan.  Perkembangan kearah negatif,  karena hakekat alamiah maupun karena salah pengelolaan,  akan mengakibatkan kemunduran dan bahkan kematian.  Pengembangan yang didesain akan menghasilkan peluang lebih besar menuju ke arah positif.

Perubahan lingkungan yang demikian cepat tidak lagi dapat diatasi dengan proses perkembangan yang alamiah dan mengalir mengikuti arus’.  Desain pengembangan untuk mewujudkan perubahan yang terencana sangat dibutuhkan agar organisme (manusia maupun organisasi) dapat berkembang ke arah positif dan mampu menghadapi lingkungannya.

Langkah-langkah Perubahan
  • Mengadakan pengkajian, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang antara lain, politik, ekonomi, teknologi, hokum, social budaya dan sebagainya
  • Mengadakan identifikasi, yang perlu di identifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi . setiap factor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat
  • Menetapkan perubahan : sebelum langkah langkah perubahan diambil , pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya
  • Menentukan strategi, apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin orgganisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya
  • Melakukan evaluasi, untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negative , perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh positif terhadap organisasi dan apabila sebaliknya berarti negative
  • Mengadakan perubahan struktur organisasi
  • Mengubah sikap dan perilaku pegawai
  • Mengubah tata aliran kerja
  • Mengubah peralatan kerja
  • Mengubah prosedur kerja
Implikasi Manajerial

Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.

Budaya Organisasi

Budaya organisasi sebagai istilah deskriptif
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

  • Batas, Budaya berperan sebagai penentu batas-batas; artinya, budaya menciptakan perbedaan atau yang membuat unik suatu organisasi dan membedakannya dengan organisasi lainnya.
  • Identitas, Budaya memuat rasa identitas suatu organisasi.
  • Komitmen, Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu.
  • Stabilitas, Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial karena budaya adalah perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya dikatakan dan dilakukan karyawan.
  • Pembentuk sikap dan perilaku, Budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang masuk akal (sense-making) serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku karyawan. Fungsi terakhir inilah yang paling menarik.

Karakteristik Budaya Organisasi
  • Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko.
  • Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, d perhatian pada hal-hal detail.
  • Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  • Orientasi orang. Sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi.
  • Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja di organisasi pada tim ketimbang pada indvidu-individu.
  • Keagresifan. Sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
  • Stabilitas. Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
Tipe Budaya Organisasi
Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :

1. Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.

2. Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.

3. Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.

4. Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.